Efektivitas Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran

September 11, 2008 at 11:25 am 1 komentar

Ropi’i, Nurhasan. 2008. Efektivitas Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Pengukuran Pada Siswa Kelas VII SMP xxx Semarang Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Kata Kunci : Efektivitas, Alat Peraga, Pembelajaran Fisika.

Perkembangan dunia pendidikan yang cepat, memacu sekolah untuk berlomba-lomba menerapkan pola pendidikan yang dinamis pada berbagai bidang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan perkembangan media dalam kegiatan pembelajaran. Media yang digunakan dalam pembelajaran fisika pada konsep pengukuran adalah alat ukur jangka sorong dan mikrometer sekrup. Akan tetapi, jumlah alat ukur yang terbatas dan ukuran alat ukur yang relatif kecil menyebabkan guru kesulitan dalam menjelaskan konsep pengukuran kepada siswa. Akibatnya, pembelajaran berlangsung kurang maksimal sehingga pemahaman siswa mengenai konsep pengukuran masih rendah. Oleh karena itu, perlu digunakan alat peraga jangka sorong dan mikrometer sekrup berskala besar dalam pembelajaran yang bertujuan agar guru lebih mudah dalam menjelaskan konsep pengukuran dan siswa lebih maksimal dalam memahami konsep pengukuran.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas penggunaan alat peraga jangka sorong dan mikrometer sekrup dalam pembelajaran fisika pokok bahasan pengukuran terhadap pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan alat peraga jangka sorong dan mikrometer sekrup dalam pembelajaran fisika pokok bahasan pengukuran terhadap pemahaman siswa. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP xxx Semarang tahun ajaran 2008/2009 dengan kelas VII G sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII F sebagai kelompok kontrol. Data penelitian yang diambil berupa pemahaman siswa pada pokok bahasan pengukuran yang didapat dari hasil post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pemahaman kelompok eksperimen sebesar 63,50 dengan ketuntasan individual mencapai 52,50 %, sedangkan rata-rata pemahaman kelompok kontrol sebesar 54,23 dengan ketuntasan individual mencapai 30,77 %. Peningkatan pemahaman kelompok eksperimen sebesar 0,41, sedangkan peningkatan pemahaman kelompok kontrol sebesar 0,38. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga jangka sorong dan mikrometer sekrup dalam pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada konsep pengukuran. Diharapkan, guru fisika dapat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran dan menggabungkannya dengan metode pembelajaran lain seperti diskusi, discovery (penemuan) atau kegiatan laboratorium agar pemahaman siswa tercapai secara maksimal.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

1 Komentar Add your own

  • 1. hasanbbs  |  September 16, 2008 pukul 5:34 am

    wah thanks buat ilmunya… tetap semangat ya…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2008
S S R K J S M
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: